Perkembangan Bisnis Properti di Kota Tasikmalaya

Perkembangan Bisnis Properti di Kota Tasikmalaya

Sejak menjadi kotamadya pada tahun 1976, kota Tasikmalaya senantiasa mengalami perkembangan, khusus di sektor ekonomi dan bisnis properti. Kota ini dijuluki sebagai Sang Mutiara dari Priangan Timur bukannya tanpa alasan. Dimulai dari era A. Bunyamin dan H. Suljana W.H. hingga kini Drs. H. Budi Budiman, kota Tasikmalaya mengalami perkembangan cukup signifikan, khususnya di sektor ekonomi.

Potensi Sebagai Pusat Perekonomian Jawa Barat

Sebagai kota yang mencakup 40% dari wilayah Jawa Barat, Tasikmalaya adalah kotamadya yang memiliki potensi yang cukup besar. Hampir 70% dari pusat bisnis, pusat perdagangan dan jasa, dan pusat kegiatan industri di priangan timur dan selatan yang mencakup Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cianjur dan Sukabumi berada di kota ini. Kota Tasikmalaya memiliki sekitar 700 ribu penduduk, membuatnya menjadi sasaran potensial bagi pelaku bisnis dan investasi.

Kota Tasikmalaya terletak di jalur utama selatan Pulau Jawa di wilayah provinsi Jawa Barat. Tasikmalaya juga memiliki perkembangan yang lebih baik dibandingkan kota-kota besar lainnya. Dimana kota yang lainnya cenderung stagnan atau jalan di tempat tanpa ada pembangunan yang berarti. Oleh karena itu, kota Tasikmalaya sangat cocok menjadi destinasi utama bagi para investor untuk membeli properti yang tersedia di kota ini, terutama di bidang perhotelan, saranan dan prasarana, pusat perbelanjaan dan lain sebagainya.

Dari Pegiat Lokal Hingga Investor Luar

Pada dasarnya, Tasikmalaya memiliki beberapa sektor pariwisata yang tidak kalah menarik dibandingkan kota lainnya. Sebut saja Hotel Centraal, Menara Eiffel, Situ Gede, Hutan Urug dan Mata Air Tanjung Kawalu. Namun, dulu para investor masih belum menyadari potensi bisnis properti yang dapat dijalankan di sekitar tempat-tempat wisata seperti ini. Seiring dengan digalakkannya promosi pariwisata kota Tasikmalaya, barulah para investor mulai berinovasi memulai bisnis properti di dekat tempat wisata, memanfaatkan jumlah pengunjung dan wisatawan yang selalu bertambah setiap tahunnya.

Perkembangan Bisnis Properti di Kota Tasikmalaya

Perkembangan Bisnis Properti di Kota Tasikmalaya

Pada awalnya, bisnis properti yang ada di daerah Tasikmalaya didominasi oleh penduduk pribumi. Pengelolaan lahan dan bangunan masih begitu leluasa. Namun, berawal dari stagnansi pembangunan di kota atau kabupaten lain, dengan daerah-daerah populer seperti Jabodetabek, Bandung dan Sumedang telah menemui titik jenuh, para investor mulai melirik kota Tasikmalaya sebagai destinasi investasi selanjutnya. Mulailah bermunculan investor investor asing yang mengeluarkan dana secara besarbesaran untuk mengakuisisi beberapa tombak lahan yang masih tersedia.

Berangkat dari kota berkembang yang masih minim dengan ragam properti dan fasilitas, Tasikmalaya mulai berbenah diri dengan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada calon investor untuk berinvestasi di tanah Priangan Timur ini. Seiring waktu, menjamurlah pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, industri wisata, industri kreatif dan teknik di kota ini.

Potensi Besar Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya memiliki bermacam-macam potensi yang belum dikembangkan secara maksimal sampai sekarang. Diantaranya adalah industri bordir yang hingga saat ini sudah melenggang menuju pasar global. Demikianlah, pemerintah kota Tasikmalaya mulai membuat suatu tempat pameran bordir untuk para pengrajin Tasik yang berlokasi di Kawalu.

Satu hal yang masih kurang hingga saat ini di sektor investasi adalah masih minimnya jumlah hotel representatif dibandingkan kota-kota besar lainnya. Oleh karena itu, mengembangkan bisnis perhotelan di kota ini masih sangat diperlukan dan dikembangkan secara luas, terutama untuk mengakomodasi para pendatang yang turut meramaikan roda perekonomian di kota priangan timur ini. Itulah ulasan menarik tentang perkembangan properti di Tasikmalaya yang bisa Anda jadikan rujukan saat akan berinvestasi.